
Pengamat Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mengimbau pemerintah agar berhati-hati terkait proyek kereta cepat yang akan digarap China. (Baca: China Dipastikan Garap Kereta Cepat Jakarta-Bandung)
Djoko menyebutkan, kereta cepat Jepang lebih baik dibandingkan China. Dari data Masyarakat Transportasi Indonesia, kereta cepat China sudah menghilangkan nyawa 40 orang pada 2011, sedangkan Jepang dengan Shinkansen-nya tidak pernah mengalami kecelakaan.
"Harus diakui, jika memilih Jepang sudah teruji tentang keselamatannya. Sementara dari Tiongkok harus superhati-hati," ujar Djoko seperti dikutip Tribunnews.com, Senin (5/10/2015).
Djoko mengatakan, pemerintah harus meminta garansi bahwa produk yang dibangun minimal kualitasnya harus standar yang digunakan di China. "Harus grade A atau kualitas kelas 1 seperti yang dipakai mereka di Tiongkok," papar Djoko.
Dia menyebutkan, China bersedia membangun kereta cepat dengan harga yang sesuai kemampuan keuangan konsorsium BUMN. Namun, sebut dia, sisi buruknya, kualitas kereta cepat yang dibangun juga sesuai dengan harga dibayarkan.
"Penyakitnya, Tiongkok kalau ditawar harga berapa pun tetap bisa mereka buatkan. Tapi sudah down grade seperti yang terjadi pada pembangkit listrik zaman SBY, banyak yang nyolong spek sehingga kapasitas berkurang saat dioperasikan," kata Djoko.
7 September 2026Jakarta - KAI Commuter melakukan penyesuaian jadwal perjalanan Commuter Line mulai Senin, (7/9). VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyampaikan bahwa penyesuaian jadwa
No Press Release : 16/PR/INKA/IX/2026Banyuwangi, 4 September 2026 – PT INKA (Persero) menerima kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi di Workshop PT INKA Banyuwangi.. Pertemu
No 14/PR/INKA/VII/2026SURABAYA, Indonesia, 20 Agustus 2026 — PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kembali mengirimkan 120 unit Container Flat Top Wagon 40 foot ke Selandia Baru. Pengiriman ini
No 13/PR/INKA/VII/2026Banyuwangi, 23 Juli 2026 – PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA (Persero) melalui fasilitas manufakturnya di Banyuwangi menggelar sosialisasi mengenai pembangunan jalu