15 Februari 2018

Jepang Enggan Respons Tawaran Proyek Pengganti Kereta Cepat

Berita
Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki saat mengunjungi kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Lapangan Banteng Jakarta Pusat

Pemerintah Jepang menanggapi dingin keputusan Presiden Joko Widodo soal proyek kereta cepat dan  Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasuaki Tanizaki memilih diam ketika ditawarkan proyek pengganti berupa kereta berkecepatan menengah tanpa jaminan APBN.


Sikap dingin Jepang tersebut ditunjukkan Tanizaki ketika diundang Darmin Nasution ke kantor Menkeo Perekonomian beberapa waktu lalu.


Menurut Darmin, pertemuan itu dimanfaatkannya untuk menjelaskan keputusan Pemerintah Indonesia untuk tidak menggunakan uang negara untuk mendanai proyek kereta cepat tersebut.


"Mengenai kereta cepat itu jadi dan business to business.Tidak ada jaminan pemerintah, tidak ada keterlibatan APBN langsung atau tidak langsung. Itu sudah saya sampaikan kepada Dubes Jepang. Dia mengatakan, oke saya akan laporkan ke Tokyo," ujar Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (25/9).


Ketika ditanya apakah Jepang masih berminat untuk menggarap proyek kereta cepat di Indonesia, Darmin menjawab, "dia (Jepang) tidak bilang begitu."


Usai proposal kereta cepat Jepang dan China dimentahkan oleh Presiden Jokowi, kini muncul penawaran proyek kereta dengan kecepatan medium dari pemerintah. Namun, tawaran proyek tersebut tidak mendapatkan respons positif dari Pemerintah Jepang.


"Saya menjelaskan proyek kereta cepat tidak melibatkan APBN langsung atau tidak langsung, dan tidak ada penjaminan pemerintah. Nanti itu merupakan kerja sama B to B. Jadi intinya yang kita sampaikan adalah itu," kata Darmin. Tapi, "Mereka tidak ada jawaban mengenai itu (ketertarikan)."


Penjelasan tersebut diberikan oleh Darmin kepada pihak Jepang agar adil. Pasalnya, hal yang sama telah lebih dulu dijelaskan Darmin ke delegasi pemerintah China.


"Supaya mereka (Jepang dan China) jangan kemudian muncul macam-macam pertanyaan, kalau ternyata nanti berjalan terus muncul pertanyaan, lho kok kita tidak dibilang?” ujar Darmin.


Tanizaki sempat dimintai keterangan usai bertemu Darmin Nasution beberapa waktu lalu. Namun, diplomat Jepang ini enggan memberikan komentar banyak.


"Saya hanya menyampaikan beberapa poin kepada Menko Darmin, saya menolak berkomentar lebih jauh." ujar dia.

Sumber

Jelajahi artikel menarik lainnya

Perkuat Hubungan dengan Masyarakat, INKA Banyuwangi Sosialisasikan Pembangunan Jalur Uji KRL
Perkuat Hubungan dengan Masyarakat, INKA Banyuwangi Sosialisasikan Pembangunan Jalur Uji KRL

No 13/PR/INKA/VII/2026Banyuwangi, 23 Juli 2026 – PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA (Persero) melalui fasilitas manufakturnya di Banyuwangi menggelar sosialisasi mengenai pembangunan jalu

23 Juli 2026
INKA dan KAI Resmi Memulai Integrasi, Perkuat Ekosistem Industri Perkeretaapian Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
INKA dan KAI Resmi Memulai Integrasi, Perkuat Ekosistem Industri Perkeretaapian Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

No 12/PR/INKA/VII/2026Jakarta, 21 Juli 2026 — PT Industri Kereta Api (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi memulai langkah integrasi strategis, ditandai dengan kegiatan Kick-Off Inte

21 Juli 2026
Pemerintah dan INKA Perkuat Sinergi Industri dan Distribusi Sarana Perkeretaapian Nasional
Pemerintah dan INKA Perkuat Sinergi Industri dan Distribusi Sarana Perkeretaapian Nasional

No 11/PR/INKA/VII/2026Banyuwangi, 12 Juli 2026 , PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menerima kunjungan kerja Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur

12 Juli 2026
Perkuat Pasar Internasional, INKA Kembali Kirim Locomotive Platform ke Australia
Perkuat Pasar Internasional, INKA Kembali Kirim Locomotive Platform ke Australia

Surabaya, 10 Juli 2026 – PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kembali mengirimkan dua unit locomotive platform kepada UGL RS Pty Limited di Australia. Kedua unit ini merupakan unit ke-17 dan k

10 Juli 2026
rating
scroll