15 Februari 2018

KAI Beli 150 Lokomotif dari Amerika, Ini Kata INKA

Berita
Lokomotif CC 300 buatan PT INKA (Persero)

Jakarta -PT Kereta Api Indonesia (Persero) membeli 150 lokomotif baru dari pabrikan asal Amerika Serikat (AS), General Electric. Selain membeli loko, KAI baru-baru ini menandatangi pemeliharaan loko dengan GE senilai US$ 60 juta. Lantas apa tanggapan PT Industri Kereta Api (INKA) (Persero) yang juga merupakan produsen lokomotif nasional?


Meski KAI tidak membeli loko made in madiun, namun INKA mengaku memperoleh pekerjaan dalam pengadaan 150 loko dari GE. INKA terlibat dalam perakitan ratusan loko di pusat produksi di Madiun, Jawa Timur.


"Saat KAI membeli loko GE yang 100+50 (150 loko), kita kebagian merakit bogie-nya (gerbong) saja," kata Direktur Produksi INKA, Hendy Hendratno Adji kepada detikFinance, Rabu (28/10/2015).


Hendy mengaku, INKA dan GE memang telah menjalin kerja sama sejak lama. Pada tahun 1996-2002, BUMN produsen kereta membentuk perusahaan patungan untuk memproduksi dan merakit loko. Loko ini dipasarkan untuk Indonesia dan Asia Tenggara.


"Tahun 1996-2002, kita membentuk perusahaan joint venture dengan GE untuk pasar Asia tenggara. Produk yang dijual ke KAI dan di ekspor ke Filipina," ujarnya.


Kerja sama dengan GE ini sebagai loncatan bagi INKA untuk mengembangkan dan memproduksi loko secara mandiri. Baru tahun 2010, INKA mulai mengembangkan loko made in Madiun tanpa bantuan negara lain. Loko jenis DH CC300 yang diracang oleh insinyur INKA, kini telah terjual 5 unit. Pembelinya ialah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).


Ke depan, INKA ingin dilibatkan dalam pengadaan sarana perkeretaapian seperti loko hingga kereta. Apalagi, Presiden Joko Widodo memiliki program pengembangan kereta di luar Jawa. Selain itu, BUMN dan China juga akan membangun kereta cepat Jakarta-Bandung.


Hendy mengaku, industri kereta api di tanah sebetulnya bisa disejajarkan dengan produsen kerta dunia seperti Jepang, China, Prancis hingga Jerman, karena produsen kereta di negara tersebut, awalnya diberi kesempatan untuk terlibat dalam penyediaan dan pengembangan kereta. Setelah industri tumbuh, baru produk kereta diekspor ke berbagai penjuru dunia.


"Coba bandingkan di negara yang sudah memiliki industri kereta sendiri seperti Jepang, Korea, Jerman, Prancis dan China. Awalnya, mereka bisa maju karena diberi kesempatan di negara sendiri. Setelah maju, baru ekspansi atau ekspor ke negara lain," jelasnya.


(sumber: finance.detik.com)

Jelajahi artikel menarik lainnya

PT INKA Sukses Gelar Pembukaan Relawan Bakti BUMN Batch VIII di Madiun
PT INKA Sukses Gelar Pembukaan Relawan Bakti BUMN Batch VIII di Madiun

PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui penyelenggaraan Relawan Bakti BUMN Batch VIII. Acara pe

15 Agustus 2025
INKA Turut Hadir di RailwayTech Indonesia 2025
INKA Turut Hadir di RailwayTech Indonesia 2025

Press Release No. 18/PR/INKA/VII/2025Jakarta - PT Industri Kereta Api (Persero) bersama anak perusahaan dan afiliasi turut menjadi peserta dalam Pameran Railwaytech Indonesia 2025. Railwaytech Indones

28 Juli 2025
Satu Rangkaian KRL iE 305 Produksi INKA Kembali diberangkatkan ke Depo KRL Depok
Satu Rangkaian KRL iE 305 Produksi INKA Kembali diberangkatkan ke Depo KRL Depok

Press Release No. 18/PR/INKA/VII/2025Madiun - PT INKA (Persero) kembali memberangkatkan rangkaian KRL iE 305 yang akan mendukung transportasi umum berbasis rel untuk operasional di wilayah Jabodetabek

16 Juli 2025
PT INKA Turut Berpartisipasi pada ICI 2025
PT INKA Turut Berpartisipasi pada ICI 2025

Press Release No. 17/PR/INKA/VI/2025PT Industri Kereta Api (Persero) (INKA) menunjukan kontribusinya dalam pembangunan dan inovasi transportasi perkeretaapian nasional dengan berpartisipasi pada 

13 Juni 2025
rating
scroll