15 Februari 2018

Kemenhub Pilih Bangun Jalur Kereta di Pelabuhan

Berita
Kemenhub pilih bangun jalur kereta di pelabuhan.[/caption]JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) lebih memiliki membangun jalur kereta terintegrasi dengan pelabuhan. Selain dapat menekan biaya logistik, juga dapat membantu mengurangi kepadatan jalan raya.

Tanjung Mas sebentar lagi,kalau untuk Priuk untuk kurangi kemacetan dulu, kalau pelabuhan lain seperti Tanjung Perak dan Tanjung Mas (adanya pelabuhan terintegrasi dengan jalur kereta) mudah-mudahan total logistik cost-nya bisa jadi turun," jelas Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan di Jakarta, Jumat (29/5/2015).


Kendati demikian, penerapan jalur tersebut harus melihat kondisi dari pelabuhan agar dapat menekan biaya logistik. Hal tersebut dikarenakan perealisasian jalur kereta di Pelabuhan Panjang, Lampung yang ternyata tidak berjalan secara efektif untuk menekan biaya logistik.


"Jalur kereta api yang sudah masuk Pelabuhan Panjang di Lampung, karena satu dan lain hal saya tidak tahu kenapa secara ekonomis tidak jalan. Kan ini bisnis kalau pelanggannya merasa mahal, ya tidak jadi," imbuh dia.
Di sisi lain,lanjut dia, persyaratan pelabuhan yang terdapat jalur kereta api, maka jalur kereta api diharuskan dapat memasuki pelabuhan tersebut.
"Tanjung Priuk tidak selesai-selesai, karena masih ada urusan tanah, Kementerian PU macam-macam sudah serahkan ke KAI. Untuk bicara dengan PU dan Pelindo II, itu mungkin (jalur kereta) tidak akan memecahkan seluruhnya tetapi akan membantu kurangi kepadatan jalan raya," tandasnya.


Karena itu, pihaknya belum ingin merekomendasikan pelabuhan agar terintegrasi dengan sebuah kanal. Lantaran secara teknis terbilang lebih mahal.
"Ada alternatif lain pakai kanal secara teknis mahal sekali,kalau mau ya pakai laut. Misalnya dari Cikarang dibangunkan jalan sampai ke garis pantai, dibikinkan dock-nya nanti barangnya dibawa pakai kapal ke Priok dan sebagainya," papar Ignasius.


sumber:

Jelajahi artikel menarik lainnya

INKA Kirim Tambahan 120 Unit Gerbong ke Selandia Baru
INKA Kirim Tambahan 120 Unit Gerbong ke Selandia Baru

No 14/PR/INKA/VII/2026SURABAYA, Indonesia, 20 Agustus 2026 — PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kembali mengirimkan 120 unit Container Flat Top Wagon 40 foot ke Selandia Baru. Pengiriman ini

20 Agustus 2026
Perkuat Hubungan dengan Masyarakat, INKA Banyuwangi Sosialisasikan Pembangunan Jalur Uji KRL
Perkuat Hubungan dengan Masyarakat, INKA Banyuwangi Sosialisasikan Pembangunan Jalur Uji KRL

No 13/PR/INKA/VII/2026Banyuwangi, 23 Juli 2026 – PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA (Persero) melalui fasilitas manufakturnya di Banyuwangi menggelar sosialisasi mengenai pembangunan jalu

23 Juli 2026
INKA dan KAI Resmi Memulai Integrasi, Perkuat Ekosistem Industri Perkeretaapian Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
INKA dan KAI Resmi Memulai Integrasi, Perkuat Ekosistem Industri Perkeretaapian Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

No 12/PR/INKA/VII/2026Jakarta, 21 Juli 2026 — PT Industri Kereta Api (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi memulai langkah integrasi strategis, ditandai dengan kegiatan Kick-Off Inte

21 Juli 2026
Pemerintah dan INKA Perkuat Sinergi Industri dan Distribusi Sarana Perkeretaapian Nasional
Pemerintah dan INKA Perkuat Sinergi Industri dan Distribusi Sarana Perkeretaapian Nasional

No 11/PR/INKA/VII/2026Banyuwangi, 12 Juli 2026 , PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menerima kunjungan kerja Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur

12 Juli 2026
rating
scroll