
Pemerintah Banglades kembali memesan 250 kereta api buatan PT Industri Kereta Api, Madiun. Total kontrak yang diteken antara PT INKA dan Pemerintah Bangladesh sebesar sekitar Rp 1,3 triliun.
"Ada 250 kereta api pesanan Pemerintah Bangladesh dengan nilai kontrak sebesar 100 juta dollar AS. Kontraknya sudah diteken," ujar Senior Manager Secretary, Public Relation dan CSR PT INKA, Cholik Mochammad Zam-Zam, Sabtu (30/9/2017).
Cholik mengatakan sesuai kontrak pengerjaan 250 unit kereta api akan selesai hingga tahun 2019. Jumlah kereta yang dipesan naik dari tahun sebelumnya yang hanya 150 unit.
Ia merinci, 250 unit kereta api yang dipesan terdiri dari dua jenis. Sebanyak 50 unit kereta api jenis Board Gauge (BG) dengan lebar sepur 1.676 mm dan 200 unit kereta api jenis metre gauge (MG) dengan lebar sepur 1.000 mm.
Tak hanya mendapatkan pesanan dari luar negeri. Dari dalam negeri, PT INKA mendapatkann pesanan pembuat kereta api untuk Bandara Minangkabau, Sumatra Barat dan Bandara Adi Sumarmo Solo masing-masing satu trainset dan dua trainset.
Pengerjaan dua kereta bandara proses sudah tahap pabrikasi. Diperkirakan akan selesai pertengahan 2018.
No 14/PR/INKA/VII/2026SURABAYA, Indonesia, 20 Agustus 2026 — PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kembali mengirimkan 120 unit Container Flat Top Wagon 40 foot ke Selandia Baru. Pengiriman ini
No 13/PR/INKA/VII/2026Banyuwangi, 23 Juli 2026 – PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA (Persero) melalui fasilitas manufakturnya di Banyuwangi menggelar sosialisasi mengenai pembangunan jalu
No 12/PR/INKA/VII/2026Jakarta, 21 Juli 2026 — PT Industri Kereta Api (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi memulai langkah integrasi strategis, ditandai dengan kegiatan Kick-Off Inte
No 11/PR/INKA/VII/2026Banyuwangi, 12 Juli 2026 , PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menerima kunjungan kerja Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur