9 Februari 2018

Peduli Rohingya, PT INKA Serahkan Donasi Kemanusiaan kepada ACT

Berita

Maraknya pemberitaan tentang kekejaman militer Myanmar kepada warga Rohingya membuat banyak elemen masyarakat Indonesia berupaya menggalang donasi kepedulian. Tak ketinggalan, langkah ini juga dilakukan oleh sejumlah karyawan salah satu perusahaan BUMN, PT Industri Kereta Api (INKA).

Ikhtiar untuk meringankan penderitaan pengungsi Rohingya terus mereka luaskan. Sejumlah secil karyawan tersebut lantas mengajak segenap karyawan PT INKA lainnya untuk bersama menyelamatkan Rohingya. Salah satunya tentu dengan menggalang donasi untuk disalurkan sebagai bantuan kemanusiaan.

Jumat (8/9), karyawan PT INKA menyerahkan hasil penggalangan dana tersebut kepada Aksi Cepat Tanggap.

"Untuk tahap pertama ini kami berhasil mengumpulkan Rp 37,5 juta dalam penggalangan satu hari kemarin," ungkap Direktur SDM dan Keuangan PT INKA, Mohammad Nur Sodiq kepada ACTnews, Jumat (8/9).

Kegiatan ini, lanjut Sodiq, bersifat spontanitas karyawan karena terusik rasa kemanusiaannya setelah melihat kondisi pengungsi Rohingya yang memprihatinkan di sejumlah media nasional dan internasional.

"Kami berharap bantuan tersebut tidak berhenti di 37 juta tersebut. Selama mereka masih mengalami penindasan, kami akan coba bergerak membantu semampu kami," imbuhnya.

Untuk penyaluran bantuan untuk pengungsi Rohingya, Sodiq mengaku mempercayakannya pada ACT. Menurutnya, ACT merupakan lembaga kemanusiaan yang amanah dalam mengemban misi kemanusiaan.

"Sudah beberapa kali kita lihat ACT mendistribusikan bantuan ke sejumlah negara konflik dan mengalami bencana. Apalagi khusus Rohingya, ACT dalam banyak berita di media berhasil mencapai ke wilayah yangg didiami para pengungsi Rohingya di Bangladesh," ungkap salah satu pimpinan di industri pembuatan kereta api tersebut.

Seperti diberitakan, ACT saat ini tengah menggalang donasi secara masif untuk membantu meringankan beban penderitaan warga Rohingya yang terusir dari negerinya, Myanmar. Sejak konflik menegang Jumat pekan lalu (25/8), sekitar 125 ribu warga Rohingya mengungsi ke negara tetangga, Bangladesh. Sementara itu, lebih dari 400 jiwa dilaporkan tewas akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh militer Myanmar.


Sumber

Jelajahi artikel menarik lainnya

Pemerintah dan INKA Perkuat Sinergi Industri dan Distribusi Sarana Perkeretaapian Nasional
Pemerintah dan INKA Perkuat Sinergi Industri dan Distribusi Sarana Perkeretaapian Nasional

No 11/PR/INKA/VII/2026Banyuwangi, 12 Juli 2026 , PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menerima kunjungan kerja Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur

12 Juli 2026
Perkuat Pasar Internasional, INKA Kembali Kirim Locomotive Platform ke Australia
Perkuat Pasar Internasional, INKA Kembali Kirim Locomotive Platform ke Australia

Surabaya, 10 Juli 2026 – PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kembali mengirimkan dua unit locomotive platform kepada UGL RS Pty Limited di Australia. Kedua unit ini merupakan unit ke-17 dan k

10 Juli 2026
PT INKA (Persero) Gelar Pisah Sambut Komisaris dan Direksi, Perkuat Kesinambungan Kepemimpinan Perusahaan
PT INKA (Persero) Gelar Pisah Sambut Komisaris dan Direksi, Perkuat Kesinambungan Kepemimpinan Perusahaan

PR No. 09/PR/INKA/VII/2026[Madiun, 3 Juli 2026] – PT Industri Kereta Api (Persero) menggelar kegiatan pisah sambut Komisaris dan Direksi di Kantor Utama INKA, Madiun. Kegiatan ini merupakan bagian d

3 Juli 2026
 PT INKA (Persero) Sambut Kunjungan Wali Kota Bogor, Siap Dukung Pengembangan Trem Modern
PT INKA (Persero) Sambut Kunjungan Wali Kota Bogor, Siap Dukung Pengembangan Trem Modern

Banyuwangi, 6 Desember 2025 - PT Industri Kereta Api (Persero) menyambut positif komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam pengembangan transportasi massal perkotaan berbasis trem. Komitmen tersebut ditega

8 Januari 2026
rating
scroll