15 Februari 2018

Cabut Subsidi BBM, Jokowi akan Bangun Kereta Api Aceh-Papua

Berita
Ilustarsi : Kereta sedang melintas

Presiden Joko Widodo menyindir pemerintahan sebelumnya yang enggan segera mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan mengalihkannya ke sektor produktif. Menurut Jokowi, dana subsidi Rp 3.000 triliun bisa digunakan untuk pembangunan besar-besaran.

Jokowi mengasumsikan tiap tahunnya Indonesia menghamburkan Rp 300 triliun untuk subsidi BBM. Maka semisal 10 tahun itu sudah menjadi Rp 3.000 triliun, lebih besar dari anggaran yang dibutuhkan untuk membangun jalur kereta seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua sebesar Rp 360 triliun.

"Berpuluh tahun tidak bisa kita bangun karena kita memberikan subsidi yang Rp 3.000 triliun tadi itu. Kalau hanya dihitung 10 tahun, kalau 20 tahun sudah menjadi Rp 6.000 triliun. Betapa sudah kita hambur-hamburkan itu, dan kita tidak sadar inilah yang ingin kita hentikan untuk dilarikan ke sektor produksi," terang Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, di kawasan Siwalan Kerto, Surabaya, dilansir dari laman Setkab.go.id, akhir pekan ini.

Ditambahkan Presiden, kalau untuk membangun jalan tol, uang subsidi BBM Rp 3.000 triliun itu bisa untuk membangun jalan tol di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara. Pasalnya, per 1 kilometer (Km) jalan tol itu hanya membutuhkan dana kurang lebih Rp 80 miliar. Adapun kalau dibuat pelabuhan, lanjut Presiden Jokowi, rampung semua target pembangunan pelabuhan di seluruh Tanah Air ini.
"Inilah yang tidak kita sadari sejak dari dulu sehingga kita selalu memberikan subsidi. Belum kalau itu kita berikan subsidi itu diberikan subsidi benih atau pupuk pada petani, atau traktor kepada petani atau kapal kepada nelayan," ujar Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, itulah tantangan pemerintah dalam merubah pola pikir seperti itu, baik dalam pemerintah sendiri maupun apa yang sudah dinikmati masyarakat selama ini. "Setiap tahun hilang, setiap tahun hilang setiap tahun hilang tanpa ada bekasnya karena memang kita bakar," tegasnya.

sumber

Jelajahi artikel menarik lainnya

INKA Lakukan Perawatan Intensif KAI Commuter Lakukan Penyesuaian Sementara Jadwal Perjalanan Commuter Line Jabodetabek
INKA Lakukan Perawatan Intensif KAI Commuter Lakukan Penyesuaian Sementara Jadwal Perjalanan Commuter Line Jabodetabek

7 September 2026Jakarta - KAI Commuter melakukan penyesuaian jadwal perjalanan Commuter Line mulai Senin, (7/9). VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyampaikan bahwa penyesuaian jadwa

7 September 2026
INKA dan DPRD Banyuwangi Perkuat Kolaborasi Dukung Konektivitas dan Kinerja Perusahaan
INKA dan DPRD Banyuwangi Perkuat Kolaborasi Dukung Konektivitas dan Kinerja Perusahaan

No Press Release : 16/PR/INKA/IX/2026Banyuwangi, 4 September 2026 – PT INKA (Persero) menerima kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi di Workshop PT INKA Banyuwangi.. Pertemu

4 September 2026
INKA Kirim Tambahan 120 Unit Gerbong ke Selandia Baru
INKA Kirim Tambahan 120 Unit Gerbong ke Selandia Baru

No 14/PR/INKA/VII/2026SURABAYA, Indonesia, 20 Agustus 2026 — PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kembali mengirimkan 120 unit Container Flat Top Wagon 40 foot ke Selandia Baru. Pengiriman ini

20 Agustus 2026
Perkuat Hubungan dengan Masyarakat, INKA Banyuwangi Sosialisasikan Pembangunan Jalur Uji KRL
Perkuat Hubungan dengan Masyarakat, INKA Banyuwangi Sosialisasikan Pembangunan Jalur Uji KRL

No 13/PR/INKA/VII/2026Banyuwangi, 23 Juli 2026 – PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA (Persero) melalui fasilitas manufakturnya di Banyuwangi menggelar sosialisasi mengenai pembangunan jalu

23 Juli 2026
rating
scroll