27 Juni 2019

Indonesia Bangun Kereta Senilai Rp9 Triliun di Laos

Berita
Dirut PT Inka Budi Noviantoro berjabat tangan dengan Chairman PetroTrade Laos Chantone Sitthixay dalam penandatanganan nota kesepahaman untuk membangun jaringan kereta di Laos sepanjang 195 km.
(FOTO: Metro TV/Suryopratomo)

Vientiane: Konsorsium Kerja Sama Pembangunan Kereta Indonesia (IDRC) akan membangun jalur kereta sepanjang 195 kilometer (km) dari Laos hingga kawasan pelabuhan di Vietnam. Proyek senilai Rp 9 triliun ini akan menopang ekspor batu bara Indonesia ke Laos dan impor potasium Laos ke Indonesia.

Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan jaringan kereta dilakukan Direktur Utama PT Inka (Persero) Budi Noviantoro dan Chairman PetroTrade Laos Chantone Sitthixay. Ikut menyaksikan acara penandatanganan tersebut Menteri Badan Urusan Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno, Duta Besar Indonesia Pratito Soeharyo, serta Wakil Menteri Perencanaan dan Investasi Laos Kikeo Chanthaboury.

Seluruhnya ada empat nota kesepahaman yang ditandatangani di Hotel Landmark, Vientiane, Laos, Selasa malam, 25 Juni 2019. Nota kesepahaman kedua dilakukan antara PetroTrade dengan PT Timah (Persero) dan PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk penambangan potasium di Laos.

Kemudian antara PetroTrade dengan PT Bukit Asam untuk penjualan batu bara ke Laos. Serta terakhir antara perusahaan ekspor-impor Laos Phaiboun dengan PT Perkebunan Nusantara Holding, Bulog, dan PT Indonesia.

Menteri Rini menyampaikan penandatanganan nota kesepahaman ini barulah langkah awal dari kerja sama di antara BUMN kedua negara. Tantangan yang lebih berat adalah bagaimana merealisasikannya dan menjadikan kerja sama ini benar-benar memberikan manfaat bagi kedua bangsa.

"Saya meminta terutama kepada jajaran BUMN Indonesia untuk bersungguh-sungguh menindaklanjuti nota kesepahaman ini. Seperti harapan Presiden Joko Widodo, kerja sama ini harus memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan kerja sama di antara kedua bangsa," tegas Rini.

Dirut PT Inka berjanji untuk bisa segera merealisasikan nota kesepahaman ini. Apalagi pembangunan jaringan kereta dari Laos hingga wilayah Vietnam akan menjadi andalan untuk merealisasikan kesepakatan ekspor batubara Indonesia ke Laos dan impor potasium bagi kebutuhan pabrik pupuk di Indonesia.

"Pembangunan jaringan kereta ini akan menopang ekspor batu bara Indonesia ke Laos sekitar 6,5 juta ton per tahun. Sementara kita membutuhkan impor potasium sampai satu juta ton per tahun," kata Budi. Dirut Inka berharap pihak PetroTrade cepat melakukan survei lapangan untuk mengetahui jalur yang akan dilewati dan kondisi tanahnya. Apabila survei telah dilakukan, maka pembangunan jalur kereta akan bisa diselesaikan dalam waktu 2,5 tahun.

"Kami menawarkan teknologi yang tidak umum dipakai dalam industri kereta api. Ini jenis kereta ringan yang bisa menghemat biaya pembangunan. Apabila perusahaan Korea menawarkan investasi sampai USD2,5 miliar, investasi yang kami tawarkan hanya sekitar Rp9 triliun," papar Dirut Inka.

Sementara PT Perkebunan Nusantara Dolly Pulungan akan menjajaki kemungkinan untuk bisa memasarkan produk minyak kelapa sawit ke Laos. Di samping itu jika peraturan di Laos memungkinkan, PTPN berniat untuk membangun perkebunan seperti perkebunan tebu.

"Kami akan melihat berbagai kemungkinan yang bisa dikerjasamakan di bidang perkebunan," kata Dolly.


Sumber

Jelajahi artikel menarik lainnya

Pemerintah dan INKA Perkuat Sinergi Industri dan Distribusi Sarana Perkeretaapian Nasional
Pemerintah dan INKA Perkuat Sinergi Industri dan Distribusi Sarana Perkeretaapian Nasional

No 11/PR/INKA/VII/2026Banyuwangi, 12 Juli 2026 , PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menerima kunjungan kerja Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur

12 Juli 2026
Perkuat Pasar Internasional, INKA Kembali Kirim Locomotive Platform ke Australia
Perkuat Pasar Internasional, INKA Kembali Kirim Locomotive Platform ke Australia

Surabaya, 10 Juli 2026 – PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kembali mengirimkan dua unit locomotive platform kepada UGL RS Pty Limited di Australia. Kedua unit ini merupakan unit ke-17 dan k

10 Juli 2026
PT INKA (Persero) Gelar Pisah Sambut Komisaris dan Direksi, Perkuat Kesinambungan Kepemimpinan Perusahaan
PT INKA (Persero) Gelar Pisah Sambut Komisaris dan Direksi, Perkuat Kesinambungan Kepemimpinan Perusahaan

PR No. 09/PR/INKA/VII/2026[Madiun, 3 Juli 2026] – PT Industri Kereta Api (Persero) menggelar kegiatan pisah sambut Komisaris dan Direksi di Kantor Utama INKA, Madiun. Kegiatan ini merupakan bagian d

3 Juli 2026
 PT INKA (Persero) Sambut Kunjungan Wali Kota Bogor, Siap Dukung Pengembangan Trem Modern
PT INKA (Persero) Sambut Kunjungan Wali Kota Bogor, Siap Dukung Pengembangan Trem Modern

Banyuwangi, 6 Desember 2025 - PT Industri Kereta Api (Persero) menyambut positif komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam pengembangan transportasi massal perkotaan berbasis trem. Komitmen tersebut ditega

8 Januari 2026
rating
scroll