19 Februari 2018

Ini "Jualan" Tiongkok Terkait Kereta Cepatnya kepada Jokowi

Berita
Sebuah kereta api cepat China memasuki stasiun Provinsi Hebei. Pekan depan China mengoperasikan rute kereta cepat Beijing-Guangzhou sejauh 2.298 km yang akan ditempuh dalam waktu haya delapan jam.

Kepala Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi Republik Rakyat Tiongkok Xu Shaoshi yang menjadi utusan khusus Presiden Tiongkok Xi Jin Ping bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Senin (10/8/2015). Dalam pertemuan itu, Xu menyampaikan hasil studi kelayakan yang telah dilakukan konsorsium gabungan Indonesia-Tiongkok untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.


Seusai pertemuan sekitar 1,5 jam itu, Xu pun menyatakan kepercayaan diri bahwa Pemerintah Indonesia akan memilih Tiongkok dibandingkan pesaingnya, Jepang. Jepang juga sudah menyampaikan studi kelayakan kepada Jokowi.


Xu lalu menjabarkan alasan Indonesia harus lebih memilih Tiongkok untuk menggarap proyek kereta cepat itu.
"Kami menawarkan jalur lebih panjang, kecepatan lebih tinggi, kereta lebih panjang," kata Xu dalam jumpa pers seusai pertemuan.


Dia menjelaskan, panjang rute rel kereta cepat itu akan mencapai 150 kilometer dengan kecepatan mencapai 350 kilometer per jam. Nantinya, Tiongkok berencana membangun delapan stasiun terkait kereta cepat, yang dimulai dari Stasiun Halim. Beberapa titik lain yang akan dibangun sebagai stasiun kereta cepat adalah Manggarai dan Gambir.


Xu mengungkapkan, kereta cepat ini akan padu dengan jaringan kereta api yang sudah dimiliki di Indonesia saat ini. Selain itu, Tiongkok juga siap membangun stasiun, rel, jembatan, hingga terowongan untuk memuluskan megaproyek ini.


"Kedua, kami juga memberikan financial plan yang lebih kompetitif. Proposal kami lebih baik dan kami bisa jamin proyek ini bisa rampung dalam tiga tahun, yaitu groundbreaking akhir Agustus dan selesai pada tahun 2018," ucap Xu.


Hal lainnya yang ditawarkan Tiongkok adalah pembuatan joint venture antara Indonesia dan Tiongkok dalam menggarap proyek itu, dengan sahamnya akan dimiliki Indonesia sebesar 60 persen dan Tiongkok 40 persen.


Xu mengklaim pembangunan proyek kereta cepat ini akan mampu menyedot 10.000 tenaga kerja setiap tahunnya. Menurut Xu, pihaknya sudah berpengalaman dalam membuat kereta cepat.


Dia menyebutkan, Tiongkok sudah membangun 3.600 jaringan kereta cepat. Jaringan kereta cepat itu saat ini sudah mampu mengangkut 1,7 miliar penumpang. "Saya bisa yakinkan bahwa Tiongkok adalah sahabat yang paling bisa dipercaya Indonesia," imbuh Xu.


Sumber


Jelajahi artikel menarik lainnya

Perkuat Hubungan dengan Masyarakat, INKA Banyuwangi Sosialisasikan Pembangunan Jalur Uji KRL
Perkuat Hubungan dengan Masyarakat, INKA Banyuwangi Sosialisasikan Pembangunan Jalur Uji KRL

No 13/PR/INKA/VII/2026Banyuwangi, 23 Juli 2026 – PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA (Persero) melalui fasilitas manufakturnya di Banyuwangi menggelar sosialisasi mengenai pembangunan jalu

23 Juli 2026
INKA dan KAI Resmi Memulai Integrasi, Perkuat Ekosistem Industri Perkeretaapian Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
INKA dan KAI Resmi Memulai Integrasi, Perkuat Ekosistem Industri Perkeretaapian Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

No 12/PR/INKA/VII/2026Jakarta, 21 Juli 2026 — PT Industri Kereta Api (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi memulai langkah integrasi strategis, ditandai dengan kegiatan Kick-Off Inte

21 Juli 2026
Pemerintah dan INKA Perkuat Sinergi Industri dan Distribusi Sarana Perkeretaapian Nasional
Pemerintah dan INKA Perkuat Sinergi Industri dan Distribusi Sarana Perkeretaapian Nasional

No 11/PR/INKA/VII/2026Banyuwangi, 12 Juli 2026 , PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menerima kunjungan kerja Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur

12 Juli 2026
Perkuat Pasar Internasional, INKA Kembali Kirim Locomotive Platform ke Australia
Perkuat Pasar Internasional, INKA Kembali Kirim Locomotive Platform ke Australia

Surabaya, 10 Juli 2026 – PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kembali mengirimkan dua unit locomotive platform kepada UGL RS Pty Limited di Australia. Kedua unit ini merupakan unit ke-17 dan k

10 Juli 2026
rating
scroll