15 Februari 2018

Ini Alasan Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Batal

Berita
Foto: Kereta Cepat

JAKARTA-- Menteri Perhubungan Ignatius Jonan mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memakai skema bussiness to bussiness dalam pembangunan kereta api cepat.


Soalnya, saat ini sudah ada jalur kereta api yang dibangun pemerintah.


“Jadi kalau mau buat kereta api yang modelnya beda, ya biar dunia usaha saja yang membangun,” kat Jonan  di Kementerian Koordinator Perekonomian, Kamis (3/9/2015).


Dikatakan, B2B dipilih  karena anggaran negara terbatas. Pemerintah memilih untuk menggunakan anggaran negara untuk membangun kereta di luar Jawa. Kemenhub  mendapat mandat untuk membangun kereta api Transumatera, Transulawesi, Transkalimantan, dan Transpapua.


Jonan berpendapat moda kereta api cepat tak cocok digunakan untuk Jakarta-Bandung yang mencapia 150 kilometer. Musababnya, kecepatan kereta api cepat mencapai 300 kilometer per jam.


Untuk jarak 150 kilometer terdiri dari 5-8 stasiun. Artinya, jarak tiap stasiun mencapai 30 kilometer atau dengan waktu tempuh 8 menit.


Dikatakan, kereta api cepat butuh waktu akselerasi untuk mencapai kecepatan 300 kilometer per jam. Menurut dia, akselerasi tak akan dicapai dalam waktu 8 menit.


“Kalau untuk Jakarta-Surabaya masih mungkin,” kata Jonan.


Terkait dengan mitra China atau Jepang untuk membangun kereta cepat ini, Jonan mengatakan itu adalah wewenang Menteri BUMN Rini Soemarno.


“Kalau kami dari perhubungan hanya mengeluarkan izin trasenya ke mana, pembangunannya bagaimana.”

Sumber

Jelajahi artikel menarik lainnya

Pemerintah dan INKA Perkuat Sinergi Industri dan Distribusi Sarana Perkeretaapian Nasional
Pemerintah dan INKA Perkuat Sinergi Industri dan Distribusi Sarana Perkeretaapian Nasional

No 11/PR/INKA/VII/2026Banyuwangi, 12 Juli 2026 , PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menerima kunjungan kerja Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur

12 Juli 2026
Perkuat Pasar Internasional, INKA Kembali Kirim Locomotive Platform ke Australia
Perkuat Pasar Internasional, INKA Kembali Kirim Locomotive Platform ke Australia

Surabaya, 10 Juli 2026 – PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kembali mengirimkan dua unit locomotive platform kepada UGL RS Pty Limited di Australia. Kedua unit ini merupakan unit ke-17 dan k

10 Juli 2026
PT INKA (Persero) Gelar Pisah Sambut Komisaris dan Direksi, Perkuat Kesinambungan Kepemimpinan Perusahaan
PT INKA (Persero) Gelar Pisah Sambut Komisaris dan Direksi, Perkuat Kesinambungan Kepemimpinan Perusahaan

PR No. 09/PR/INKA/VII/2026[Madiun, 3 Juli 2026] – PT Industri Kereta Api (Persero) menggelar kegiatan pisah sambut Komisaris dan Direksi di Kantor Utama INKA, Madiun. Kegiatan ini merupakan bagian d

3 Juli 2026
 PT INKA (Persero) Sambut Kunjungan Wali Kota Bogor, Siap Dukung Pengembangan Trem Modern
PT INKA (Persero) Sambut Kunjungan Wali Kota Bogor, Siap Dukung Pengembangan Trem Modern

Banyuwangi, 6 Desember 2025 - PT Industri Kereta Api (Persero) menyambut positif komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam pengembangan transportasi massal perkotaan berbasis trem. Komitmen tersebut ditega

8 Januari 2026
rating
scroll